Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan


UGM, Yogyakarta-UGM kembali menghadirkan mentri BUMN, Dahlan Iskan pada tanggal 28 Desember 2012 kemarin. Kali ini, Direktorat Kemahasisawaan UGM mengundang mentri Badan Usaha Milik Negara tersebut untuk mengisi kuliah umum.

Bertempat di ruang senat dua rektorat, Dahlan Iskan hadir bersama Rektor UGM hampir dua jam lewat dari waktu yang dijadwalkan. Acara yang sempat mundur, diisi materi pengembngan diri oleh pak Senawi.
Saat Dahlan Iskan datang, tanpa sempat duduk di kursi yang disediakan beliau langsung bercerita mengenai keterlambatannya. Kuliah umum yang molor dikarenakan rapat yang harus dijalani bersama jajaran dosen ahli di UGM.

Rapat yang dilaksanakan sebelum kuliah tersebut membahas mengenai penelitian-penelitian yang akan direalisasikan oleh BUMN menjadi sebuah produk. Dahlan Iskan mengungkapkan, setidaknya terdapat sembilan penelitian dosen ahli yang akan direalisasikan menjadi produk nasional. BUMN akan mengusahakan untuk memproduksi, memasarkan dan memasyarakatkan produk penelitian tersebut pada bulan juli 2013.

Beliau mengungkapkan bahwa birokrasi yang lambat dapat mengakibatkan waktu pelaksanaan realisasi produk terhambat. Sehingga beliau mengungkapkan, bahwasanya bila penggunaan APBN yang prosesnya lama dapat dibantu oleh BUMN. BUMN memiliki kemampuan seperti APBN, bila APBN tidak mampu dalam artian memiliki proses yang lama, fungsi APBN dapat diatasi oleh BUMN.

Dalam kuliahnya pak Dahlan Iskan juga sedikit menyinggung kejelekan-kejelekan orang yang berpenghasilan menengah atas (beliau menyebutnya dengan orang yang sudah tidak memikirkan besok pagi makan atau tidak). Bahawasanya orang-orang tersebut memiliki kejelekan diantaranya sudah tidak mau lagi diajak menderita, kemudian bila bicara keras entah pendapatnya benar atau salah dan terakhir memiliki keinginan yang serba cepat yang inginnya menyelesaikan sesuatu serba cepat. Kemunkinan, pernyataan terakhir mengenai kelemhan-kelemahan tersebut pak Dahlan sedikit menyinggung orang-orang yang menginginkan proses yang cepat di instansi tertentu.

Pada akhir pembahasannya pak Dahlan hanya memberikan dua solusi. Bila menginginkan penyelesaian yang cepat maka harus ada yang diubah. Merubah birokrasi atau masyarakatnya yang juga harus ikut-ikutan lamban, ujarnya.[AI]


                                                             
UGM, Yogyakarta (28/12)- Mentri Badan Usaha Milik Negara, Pak Dahlan Iskan untuk sekian kalinya hadir di UGM. Kehadiran Pak Dahlan Iskan ini memiliki dua maksud, yaitu untuk menemani teman-teman mahaasiswa dalam kuliah umum dan rapat bersama para pembesar di UGM.

Setelah ditunggu dari jam  yang ditetapkan, Pak Dahlan datang bersama Rektor. Acara yang hampir molor dua jam ini sempat disisipi pematerian mengembangan diri oleh Pak Senawi.

Dari balik pintu sebelah timur ruang senat dua rektorat, Pak Dahlan mengajak rombongan mahasisiwa yang tidak kedapatan kursi untuk duduk bersila di bawah. Tanpa sempat duduk di kursi yang disediakan Pak Dahlan langsung memberikan penjelasan mengenai keterlambatannya untuk rapat bersama pak rektor

Pak Dahlan banyak bercerita menganai rapat yang baru saja beliau jalankan bersamma pak Rektor. Di sela-sela pembicaraan yang serius mengenai kemantrian BUMN tiba-tiba  beliau menunjuk salah satu mahasiswa yag bejilbab merah, “Mbak yang berjilnab merah, kalau boleh tau jilbabnya di rumah ada berapa?”  Sontak seluruh seisi ruangan heran dan tertawa mendengar pertanyaan tersebut. Karena sebelum Pak Dahlan Iskan datang, Mbak-Mbak berjilbab merah juga ditanyai mengenai hal lain, dan ditanyai lagi oleh Pak Dahlan.

Sebenarnya bukan hanya si empunya jilbab merah saja yang ditinya. Sebelumnya juga terdapat salah seorang mahasiswi yang jilbabnya tampak nyentrik ditanyai mengenai hal yang sama. Pak Dahlan hanya berbagi cerita dari pemahamannya tentang perempuan yang berjilbab. Jika seorang meniliki jilbab tertentu, pasti akan di maching-kan dengan warna pakaian yang dimilikinya. Hingga Pak Dhlan ingin tau berapa jumlah jilbab yang dimiliki perempuan berjilbab.

Setidaknya perempuan berjilbab memiliki sekurang-kurangnya 15 jilbab tukasnya. Karena beliau sendiri mengungapkan bila istrinya memiliki persedian jilbab dalam tiga  lemari pakaian di rumahnya.[AI]