Tumpukan Surat itu, yang Bisa Memanggil Rasa dimasa Lalu

by 02.21 0 komentar
Surat dari temen-temen SMP yang masih ku simpan

                Beberapa hari lalu sebelum akhirnya aku menulis ini Cho.. aku berhura-hura dengan kebulan debu kamarku. Tumpukan buku, barang yang sudah mengantri untuk dibuang dan tumpukann baju yang baru kering dijemur membawa keberuntungan hari itu. Bukan karena aku menemukan selembar uang di kantung baju.. tapi si kotak pandora yang berisi ingatan dan rasa dimasa lalu.
                Halah.. berlebihan aku bilang kotak pandora, Haha. Tau saja Cho, yang ku maksud kotak pandora itu adalah sebuah laci yang berisi tumpukan-tumpukan surat yang ku terima dari teman-temanku dulu. Ya, aku menemukan teman-temanku di laci. Mereka kutemukan dengan membawa kenangan dan rasa di masa lalu yang masih dapat tersimpan dengan baik. Bukan hanya tersimpan dalam ingatan, tapi semua rasa itu tertuang dalam surat-surat yang kuterima dari mereka. Sampai sekarang aku masih menyimpannya dengan baik Choco.. Yap! Mualilah reuni imajiner.
                Hehehe Cho.. bukan masalah isi surat yang akan kuceritakan padamu. Tapi aku mau menceritakan mengenai rasa yang kembali itu. Jaman sekaran Cho, tidak perlu susah-susah mengirimkan pesan ke teman-teman atau saudara kita yang jaraknya tidak cukup ditempuh dalam sehari-dua hari. Ketik Sms, langsung sampai. Kirim email, langsung sampai. Telfon juga bisa, justru alat komunikasi sekarang bisa dibawa kemana-mena dan tidak seribet dahulu kita harus mengirim pesan lewat telegram. Perasaan yang ingin disampaikan ke teman dan saudara mungkin masih akan tertunda sedikit sebelum akhirnya pesan sampai. Yang sekarang terjadi, semua orang bisa saja sebentar-sebentar mengungkapkan rasanya lewat sms. Sedang kesal, sms saja.. langsung tersampaikan. Sedang senang, sms saja... teman kita langsung tau. Sedang bingung, sms saja.. teman kita akan segera memberi jawaban. Begitu mudahnya kita mengungkap rasa. Sampai-sampai, begitu mudahnya pula kita menghapus rasa itu.


Jaman SMA, nama pengirim surat masih diperbolehkan alay. Tapi itu yang ngangenin
                Iya kan Cho? Pesan yang kita terima lewat sms dan email, apa lagi lewat telfon mudah sekali langsung hilang. Jika kapasitas memori di handphone sudah penuh, pasti ada yang harus segera dihapus. Pesan email, bisa saja disimpan kemudian di print. Tapi amat jarang sekali orang melakukan hal tersebut. Hahaha, Cho.. aku sedang memanggil rasa senang itu ketika menulis dan menerima surat. Memang sudah bukan jamannya lagi sekarang kirim surat. Mengingat sudah ada teknologi yang memudahkan dalam pertukaran informasi. Tapi Cho.. ada yang tak bisa tergantikan oleh teknologi secanggih apapun itu, yaitu rasa senang ketika kita menerima surat dari teman dan saudara kita. Rasa senang ketika kita membuka kembali pesan yang diterima beberapa tahun sebelumnya.
Kartu pos yang ku kirim untuk teman-temanku yang jaraknya ribuan tahun cahaya. Dapet kiriman balik kah?

                Surat-surat yang kutemukan banyak datang dari teman-teman SMP, SMA, teman rumah dan saudara-saudarku. Teman kampus? Aduh boro-boro, kami terlalu sibuk terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Sms sepertinya sudah cukup karena kami terlalu sibuk. Cho, aku ingin menginvestasikan rasa itu di masa depan kelak. Jadi aku coba meminta alamat mereka untuk aku dapat mengirimkan surat suatu saat nanti. Tapi ah.. kartu pos yang rencannya ingin kukirimkan ke teman-temanku akhirnya ku kirimkan sendiri melalui tanganku. Aku kirimkan dari Jakarta, tapi ternyata kartu pos baru ketahuan sampai di Jogja ketika aku pulang. Hahaha.. semoga teman-temanku berkenan manyimpannya. Akankah mereka juga mamanggil rasa itu suatu saat nanti di masa depan? Entahlah, kalau tidak berarti investasiku gagal. Ya, gagal menananmkan rasa itu..
                Ehm, bicara soal rasa Cho.. teman-teman SMP dan SMA ku sangat berhasil menginvestasikan rasa itu padaku. Ketika aku mambuka satu persatu tumpukan surat dari meraka, betapa lupa.. aku lupa bahwa dulu aku pernah bersenang-senang. Dari tulisan mereka aku ingat bahwa dulu aku pernah membuat lima orang teman-teman ku patah hati padaku. Hahaha.. aku baru ingat bahwa saat SMP aku merupakan anak yang sangat terbuka kepada siapapun. Dari tulisan mereka juga aku ingat, pernah membuat orang mengucilkanku dan akhirnya mereka sendiri yang meminta maaf.. Rasa-rasa itu muncul kembali Cho.. meski mereka sudah memiliki kehidupan dan kesibukan yang berbeda, mereka masih hadir dalam ingatan yang tersimpan dalam lembaran-lembaran kertas.

                Oh, friends.. I wish you were here.

                Aku juga berharap selalu memiliki ingatan yang baik dengan teman-temanku yang skarang. Bolehkan aku memanggil rasa senang ini suatu saat nanti?

                

gudang kata choco renji

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar