Di Balik Baju Koko Seorang Laki-Laki?

by 08.27 0 komentar

Hai choco.. aku ini belum bisa masuk kategori anak alim. Yang selalu menundukan pandangan dan melirihkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis. Tapi aku choco, aku percaya kalau jiwa dalam raga pas-pasan ini punya potenisi jadi anak baik. Choco, ada yang aneh dan menganjal dalam fikiranku. bisa diistilahkakan seperti pertegkaran fikiran dalam otak besar. Ketika orang lugu sepertiku yang baru memahami suatu hal baru, jusrtu hal itu berkebalikan dari apa yang ku pahami sebagai sebuah 'kebaikan'. Bisa di bilang, kontradiktif.
                                                                 

sejak jadi aktifis di kerhanian di SMA, yang saya kira semua orang yang ikut di dalamnya adalah orang 'baik'. Yah... mungkin terburu-buru juga aku menyatakan hal yang lugu seperti itu. sejak masuk organisasian di SMA pasti selalu di tekankan, "Rohis itu bukan sekedar berisi orang-orang baik", dan iya hukum itu berlaku di semua penjuru perhelatan dunia ikhwah. dan tidak adil ternyata saya berfikiran bahwa semua orang di dalammya adalah orang-orang baik [baca: alim]. Karna ga ada satu pun manusia yang sempurna di dunia.

Choco.. mungkin ini sebuah gambaran kekecewaanku terhadap sebuah pemahaman yang salah. Ku kira laki-laki yang bacaan qur'annya begitu bagus, selalu terjaga dari penjagaannya terhadap seorang perempuan yang bukan hak nya. Baju koko yang sering mereka gunakan tak selamanya menggambarkan kepribadian mereka sebagai seorang muslim. Sekali lagi, tidak ada manusia yang sempurna. Aku benar-benar sangat tidak adil menilai mereka seperti itu. Tapi fikiranku terlalu percaya bahwasanya mereka adalah laki-lak yang baik-baik saja.


Mungkin ada beberapa kisah yan ingin ku ceritakn padamu, Choco...
Sebut saja kakak kelasku di SMA. Beliau adalah seorang ketua rohis, yang mengetuaiku dan teman-temanlainya di dalam satu kepengurusan harian. Dahulu kami, antar PH saling bergurau menyebutnya dengan 'Abi' dan menyebut Roisah (Amir perempuan dalam kepengurusan rohis) sebagai Ummi. Tak dinyana ternyata hal yang sekedar bergurau itu mengantarkan sang pak ketua Rohis memiliki perasaan terhadap Roisah. Pak ketua rohis ini sering memasang status Facebook yang gambarannya sedang berbunga-bunga.
...Uhibukillah ya Uhti...
dan kakak kelasku, sang roisah melalui ceritanya, ia sering di SMS bahkan di telfon berkali-kali. Tapi, sang roisah ini benar-benar menjaga. Dia kurangi balasan SMS yang tak perlu, dia juga ketakutan jika ada telfon yang berdering. Dan kejadian ini teus berlanjut hingga akhirmya mereka lulus.
Pada lain kesempatan, setelah mereka di terima di pergiruan tinggi, si ketua rohis gundah (karna jaman segitu galau belum ngetrend) dan menunggah status di akun facebooknya
...waktu satu tahun itu sangat berarti....
sang ketua rohis mulai mencoba melupakan kakak kelasku.
Dan memang benar adanya. Setelah menganal perguruan tinggi, kini si ketua rohis memiliki tambatan yang baru. Tanpa hiijab, tanpa malu-malu,sang 'Abi' mengunggah foto-fotonya bersama tambatan barunya di Universitas. Hubungan mereka sepertinya tak main-main, bahkan 'Abi' telah bersua dengan orang tua tambatannya tersebut. Choco.. ini sesuatu yang mengejutkan buatku. Dulu, kami selalu terhijab ketika kami rapat dalam ruangan kesekretariatan. Itu sudah tak berlaku lagi sekarang...
yang lebih mengejutkan lagi, ternyata perempuan yang menjadi tambatan 'Abi' adalah tetangga dekat dari kakak kelasku, sang 'Ummi'. ha? kontradiktif.
                                  
Ada kisah lagi, ini cerita dari dua penjaga masjid di rumahu. Mereka masih muda. Mereka memang rupawan. Bacaan Al-Qur'an mereka sangat apiik. Dan mereka tampak begtu alim. Tak kusangka isi stasus Facebook mereka adalah postingan anak muda galau masa kini. Yang pertama, sebut saja namanya Anggur. Mas Anggur ini memang baik perangainya. sopan pakaiannya jika aku bertemu beliau di Masjid. Kalau dengar bacaan Qur'annya... Behh, di jamin kamu bakal meleleh Choco..
Mas Anggur ini idola para anak TPA masjid. Pernah suatu hari saat menemani anak-anak mengaji di bulam Ramadhan, mereka bergerombolan menghampiriku, dengan sedikit malu-malu mereka menanyakan sesuatu
"Mbak, Mas Anggur itu uda punya pacar ya?"
"Hayo.. kok pada tanya kayak gituan?"
"Iya, katanya Mas Anggur putus sama pacarnya" MasyaAllah... aku cuma cekikikan menghadapi mereka.
dan iya.. itu memang kenyataannya. Adek sepupu saya paling up-date tentang keadaan si Mas Anggur di akun jejaring sosial itu. Soal foto-foto pacarnya, soal status galaunya yang telat nembak cewek. Pasti adek sepupu ku ini laporan padaku.

ohh ya.. Penjaga Masjid yang satu lagi. Sebut saja namanya Mas Garpu. Sama halnya dengan Mas Anggur. Beliau ini bagus sekali bacaan Qur'annya. Dia selalu jadi vokalis utama dalam hadroh yang disiarkan langsung dari TOA masjid. Bahasa Arabnya luar biasa jago. Pada bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan yang paling berkah teruntuk belliau.  Mas Garpu menemukan tambatan hatinya. Yakni seorang perempuan yang sering jadi bahan pembicaraan di masjid karena luar bisa cantiknya. Dalam kesehariannya sang cewek memang belum berjilbab. Dia jadi bahan pembicaraan karena orang-orang yang tidak terbiasa. tidak terbiasa melihat perempuan yang begitu pandainya bersolek ketika datang ke masjid. Wajar, dari mulai anak-anak, remaja sampai ibu-ibu pasti tumpah ruah di masjid ketika bulan Ramadhan. Iya, temanku yang satu itu, cantik sekali setiap dia hadir di masjid. Maklum, beliau ini memang pendidikannya sekolah kecantikan di salah satu SMK. Choco.. aku saja yang seorang perempuan tertegun melihat paras yang seperti itu, apa lagi laki-laki?.
Selepas ramadhan ada desas-desus jika mereka resmi jadian. Awalnya aku tak percaya, karena yang ku yakini Mas garpu ini baik orangnnya. Semua gosip yang beredar aku haya enyahkan. Khusnudzon...
Dan setelah tak sengaja lihat foto profilnya.. yahh!!! ternyata salah angapan saya. Benar adanya mereka telah jadian. Jelas sekali foto mereka. Mas Garpu bersimpuh di hadapan temanku sambil membawakan bunga, di pinggir pagar.... pagar mana ga tau, whaw' luar biasa. sekarang ini belaiu sudah tidak di masjid kampungku lagi. Berdasarkan keputusannya sendiri, dia pindah ke daerah lain.

Choco... sebenarnya masih banyak kisah-kisah yang ku temui di kesseharianku. Sesuatu yang kontradiktif. Bahkan, kakak-kakak angkatan yang sekarang kukenal di SKI Kampus, tak lepas dari hubugan tangkap menangkap cinta antar beda lawan jenis. Aku ga bisa men-judge aktifitas tersebut sebagai sesuatu yang halal ataupun haram. Aku ini bukan Ulama, hanya anak lugu yang baru belajar tetang kehidupan. Hal-hal seperti itu merupakan kewenangan mereka dalam menalani hidup mereka. Karena aku percaya bahwasanya mereka mengerti akan konsekwensi yang mereka lakukan. Jangan pernah sekali-kali menilai orang dari baju yang mereka kenakan, karena pakaian bisa di lepas kapanpun dan diganti dengan pakaian yang bisa mengelabuhi kita. Lihat hatinya. Karena pada fitrahnya, hati manusia itu tidak bisa berbohong, kecuali rasio mereka yang membolak-balikan kebenaran.


sumber gambar:
http://herizalalwi.blogspot.com/2011/11/pilar-kelima-islam-dan-salah-satu.html

gudang kata choco renji

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar