Hai Choco! beberapa pekan yang lalu aku mau menuliskan ini. Bercerita soal pengalaman dan bagaimana kalau sorang perempuan baru belajar untuk menjadi baik.

Sampai saat ini Choco, aku masih belum mau menggunakan istilah akhwat untuk menyebutkan teman-temanku, ataupun ikhwan untuk teman yang lain. Mau sorang yang berjibab besar, ataukah yang belum berjilbab, yang bercelana ketat ataupun yang sudah memakai rok, aku tidak mau membedakan istilah untuk mereka. Memang terkadang bila kita sudah terjun ke organisasi keislaman, pasti ada islitah yang memang sudah familiar untuk kata ganti perorangan: ikhwan dan akhwat. Kedua istilah itu jadi memiliki arti yang sempit yang ditujukan untuk mereka yang memiliki penampilan tertutup dan yang tampak alim. Sementara untuk teman-taman yang masih bercelana ataupun belum berjilbab jarang sekali istilah akhwat melekat untuk mereka. Oh ya satu lagi Choco.. istilah itu lebih sering ku dengar di dalam forum saja. Dan.. aku khawatir hal tersebut justru membuat orang-orang baik jadi tampak eksklusif dan berbeda dengan yang lain. Kita sama kok, kecuali takwa kita kan Choco? (cieeeehh... tumben serius). Menurutku, selagi panggilan itu baik sah-sah saja digunakan. Tapi jika panggilan itu justru membuat orag jadi merasa lebih minder karena merasa dibedakan, lebih baik jangan. Karena akhwat itu perempuan, dan ikhwan itu selamanya tetap laki-laki. Tapi Choco, kalau aku dipanggil ikhwan, itu baru aku enggan menerima, hahaha.

Pernah suatu saat aku berbincang dengan seorang mas-mas, dan nggak sengaja si mas ini menanyakan temannya yang mungkin kebetulan aku tahu, begini:
“Eh.. kamu kenal mbak Mawar*”
“Oh.. mbak Mawar* angatan 2007 po?”
“iya, yang orangnya itu berjilbab... belum jadi akhwat sih”
“eh.... ??” (dalam hati bertanya-tanya, emang kayak apa bentuk orang belum jadi akhwat?)

Yah, itu baru salah satu contoh saja bagaimana istilah akhwat memiliki makna yang menyempit untuk seorang perempuan. Sebenarnya tidak ada aturan bagaimana akhwat harus disebutkan khusus untuk mereka yang berjilbab besar, rajin mengaji dan yang tampak alim dan begitu muslimah. Terkadang aku juga kasihan Choco, jika ada perempuan yang secara sengaja memang sudah bergelar akhwat karena kesehariannya bersama orang baik, sering  diawasi sekali perilakunya. Maksud dari diawasi, orang-orang jadi lebih perhatian bila si akhwat ini memiliki sikap yang tidak seharusnya. Seperti cerita temanku yang baru saja bercerita tentang ke-sangsiannya karena ditegur oleh teman laki-laki.

Ceritanya begini Choco, temanku ini tidak sengaja melewati temenku yang lain. Tiba-tiba dia menghampiri duduk disampingku. Dengan nafas yang masih terengal-engal wajahnya tampak tidak enak. Dia bercerita bahwa baru saja dia diperingati oleh salah satu teman kami. Temanku ini baru diperingatkn karena pada hari itu dia menggumakan celana. Yang disayangkan yang memperingatkn adalah teman laki-laki. Aku tahu, pasti itu adalah yang yang sangat tidak mengenakan sekali. Hal seperti itu justru teman-teman laki-laki yang yang memperingatkan secara langsung. Temanku ini bercerita tentang ketidak enakannya.
“Tul, aku enggak suka kalau begitu cara ngingetinnya. Yah aku tahu, aku masih belajar. Tapi kalau begitu caranya aku beneran enggak suka”
Yang bisa kuambil dari hal ini ternyata Choco, diam-diam laki-laki itu lebih peka atau perhatian pada perubahan temannya. Sebenarnya aku juga tidak enak, kenapa bukan aku yang mengingatkan temanku. Justru teman yang lain, bahkan seorang laki-laki yang harus memberi tahu tentang pakaian yang sehari-hari kami gunakan.

Pribadi orang itu siapa yang tahu Choco, sering aku bercerita dengan teman-teman tentang bagaiman kami belajar untu menjadi oarng yang labih baik. Mulai menggunakan baju yang lebih layak dan tertutup, bagaiman kami harus menjaga pandangan, bagaimana kami merasa tidak enak ketika dibonceng laki-laki dalam keadaan darurat, atau akhirya kami membicarakan bagaiman seharusnya kami bersikap dihadapan seorang laki-laki. Semua itu proses belajar. Kami semua tahu tentang itu. Tapi di sisi lain, ternyata ada kalanya kami diperingatkan begitu keras yang akhirnya membuat tafsiran lain untuk kami tidak suka terhadap peringatan tersebut. Menurutu Choco, orang yang memperingatkan temanku untuk menggunakan rok lagi, baik. Namun bila caranya salah justru membuat orang smakin jauh. Karena Choco... suatu kebaikan tidak selamanya dapat diteima secara baik juga.

Kebanyakan kisah yang pernah ku dengar, teman-teman yang sedang belajar justru sangsi ketika diperingatkan begitu frontal. Hal yang kontras pernah kutemui saat aku tidak sengaja mendengarkan kumpukan kakak-kakak perempuan bercerita tentang hal ini juga. Kami sedang di mushola kampus, aku duduk di sudut mushola sedang menyelesaikan lapoan. Yang kulihat diantara mereka ada sekitar 3 orang. Yang dua orang berpakaian labar, menggunakan rok dan berjilbab besar, bisa dikatakan sebagai akhwat. Dan yang satunya masih menggunakan celana dengan baju berompi dengan jilbab yang tidak begitu lebar. Mereka saling bercerita tentang pengalaman mereka. Kakak perempuan yang beda tidak menggunakan rok ini bercerita tetang kesangsiannya. Oh ya Choco, ternyata mbak yang bercelana ini juga aktif mengaji. Dia bercerita bahwa dia merasa tidak senang saat di peringatkan begitu keras oleh guru ngajinya. Dia berkisah saat itu ia memang menggunakan pakiana yang apa adanya sperti sekarang ia kenakan. Saat selesai bercerita, salah satu temannya hanya menanggapi,
“Sebenernya kalau kita udah punya niat baik untuk berubah itu udah bagus...” ah, serasa hujan di tengah kemarau.
Pada intinya, semua orang itu ingin menjadi baik. Meski kebaikan itu masih menjasi cita-cita yang belum tercermin dalam dirinya. Niat yang baik itu sangat baik bila teman-teman yang paham mampu menuntunnya sedikit lagi.

Oh ya Choco,.. aku ini juga masih labil. Bila dijajarkan dengan teman-teman yang sudah paham aku belum mampu. Di rumahpun aku masih mengguanakan celana training olah raga jaman SMA. Aku masih sering mendengarkan lagu-lagu macam Simple Plan ataupun AX7.  Tapi aku senang bila duduk berjajar dengan teman-teman yang soleh-solehah. Apakah itu salah? Semoga Allah selalu menjaga niat baik orang-orang sepertiku, dan suatu saat nanti aku dapat menjadi pribadiyang lebih baik lagi. Amiin...

*bukan nama sebearnya, hehehe

sumber gambar:
http://guakampungan.wordpress.com
Ayo lari! jangan samapai berdebu di Museum
hai Choco! ku ceritakan padamu satu tokoh masa kecil yang masih saya gemari hingga saat ini Unyil. Gaungnya memang tak segarang dimasaku masih kecil. Ini kusertakan tulisan yang pernah ku tulis 3 tahun yang lalu. Tulisannya memang masih bahasa galau. Choco, aku punya harapan untuk bisa bertemu dengan kak Seto dan berbincang soal unyil. Hendak mengusulan agar unyil disahkan jadi maskot anak Indonesia. Aku coba cari-cari alamat rumah atau email beliau belum ku temukan. Harapannya aku bisa berkirim surat dengan beliau.

Doraemon, Japang                 


oh iya.. tulisan ini sudah pernah ku publish di blog ku yang dulu, kontrakan lama kita http:// chocorenji.wordpress.com
Taukah Choco? ternyata tulisanku ini pernah dibaca oleh seorang kompasianer dan jadi ide pokok utama dalam artikelnya. Gambar yang disertaipun sama dengan gambar yang pernah kusertai di blog lama. Tapi sang penulis masih punya apresiasi terhadap blog yang masih acak-acakan itu. Dia menyertakan alamat blogku Choco, dan si penulis memamang punya sudut pandang yang lebih dariku. Ada pelajaran dari situ, mengutip segala hal memang paling afdhol jika izin dahulu dari sang penulis. Ini tautan untuk tau si kompasianer yang pernah baca tulisanku http://hiburan.kompasiana.com/film/2010/07/03/unyil-vs-ipin-upin/ 



Tidak usah berlarut-larut, Choco.. ini tulisan yang pernah ku tulis tahun 2009:

“hompimpah alihum gambreng,….mak ijah pake baju rombeng,….yeee Unyil jadi!!!!” Tanpa harus ditebak, pasti temen-temen sudah tahu jargo yang satu ini. Unyil!!, disetiap penampilannya dan kawan-kawan, anak-anak Indonesia mengumandangkan jargo tersebut disaat menunggu-nunggu kedatangannya. karena Unyi juga menjadi tontonan favorit saya dulu lho….
upin-ipin, Malaysia



Ternyata si Unyil yang katanya anak SMP ini (kalau tidak salah) telah berumur 28 tahun. sejak muncul ditahun 1981 Unyil tak beranjak besar hingga saat ini. Sudah tubuh tak besar ditambah selalu dipalak oleh pak Ogah,”Cepek dulu dong” heehehehee, tak ada yang lupa dengan gaya si pak Ogah. tapi istilah “Cepek ” sekarang digantikan oleh “Gopek” Dan begitulah upaya pecinta negri ini melestarikan apa yang dimilikinya. Agar kelak si Unyik dan kawan-kawan tak sekedar terdiam diri dipajang di museum.


Berdasarkan Wikipedia, Unyil telah mengudara setiap hari Minggupagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai1993. Padahal tahun 1993 saya baru lahir lho…itu tandanya, Unyil yang sering saya tonton adalah siaran ulang di era 80-an. dan sempat mati suri hingga ditahun 2000-an, era milenium. Oleh Helmi Yahya, si Unyil mulai dibangunkan kembali. Dan sekarang unyil “nongil” lagi dengan laptop baru di 
salah satu stasiun swasta,.
sesame street, Amerika

Unyil?, Indonesia!

siapa yang suka Unyil? semoga semua mengangkat tangannya. karena Unyil adalah salah satu media yang tepat untuk mendidik anak bangsa. Dengan penayangan kearifan lokal, si Unyil bisa menjadi maskot untuk anak-anak Indonesia (ayo majukan Unyil sebelum diklaim oleh bangsa lain!). setuju? ayo vote Unyil!!! Jepang telah memiliki si kucing masa depan; Doraemon, Malaysia meliliki si kembar berkepala licin; Upin-Ipin, dan program-program Amerika seperti; sesame street yang telah mendarah daging jadi acara anak Indonesia yang berubah nama jadi Jalan sesama. Nah….sayangkan kalau Unyil ngumpet di museum atau belakang layar? Ayo cintai Unyil, agar Indonesia jadi lebih maju!!!


Hai Choco.. sebenarnya sudah lama aku mau menulis tenang hal ini, soal mimpi. Choco.. sebnarnya berasal dari manakah mimpi itu? Sering aku mendapatkan suatu pertanda atau  bahkan hanya sekedar  fikiran yang terbawa saat aku tertidur. Mimpi dalam tidur tampak akan sangat nyata bila kit a tidak segera bangun. Mimpi dalam tidur juga bukanlah barang yang mudah untuk diingat-ingat  jika kita telah terbangun. Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan mimpi yang aneh.. dan  yang membuat diri rasanya ingin membongkar sebenarnya apa mimpi itu.
Setelah mendapatkan mimpi aneh beberapa waktu yang lalu Choco.. aku mulai rajin browsing untuk menemukan jawaban dari mimpi itu. Aku mau tahu bagaimana islam mengartikan, ehm.. maksudku bagaimana islalm memposisikan mimpi dalam kehidupan sehari-hari manusia. Tapi... belum ku temukan satupun kitab yang membahas perkara mimpi secara khusus. Beruntugnya.. aku mendapatkan sebuah artikel yang meringkas secara khusus tentang tabir mimpi. Yaitu suatu segmen yang khusus membahas tentang mimpi. Acara ini merupakan rangkaian segmen “Assalamu’alaikum Ustadz’ yang siar di salah satu stasiun swasta. Salah satu Ustadz yang secara khusus membahas ini adalah ust. Abi Makki. Alhamdulillah.. aku mendapatkan titik terang dari  penjelasan beliau. Ada dua poin penting yang dapat kutangkap dari pembahasan beliau. Pertama.. sesungguhnya kita tidak boleh bertawakal kepada mimpi, tapi tidak boleh juga mengabaikannya. Karena suatu penentuan takdir manusia bukanlah diatur oleh mimpi. Itu justru membahayakn diri kita menuju jalan kesyirikan. Tapi bukan berarti kita boleh mengabaikannya. Karena sebagai kita tahu bahwa para nabi banyak yamg mendapatkan wahyu dari Tuhan saat tertidur, lewat mimpi. Inggat apa yang pernah diceritaka nabi Yusuf tentang mimpinya? Ia melihat sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadanya. Atau bagaimana nabi Yusuf ditanyai oleh Amir Mesir mengenai mimpi sang pemimpin tersebut? Mimpi yamg mereka dapat bukan sembarang mimpi. Toh pada akhirnya merka kembalikan kepada Allah..  Sementara yang kedua Choco, kebenaran mimpi tergantung pada kejujuran seseorang. Semakin jujur orang itu, mimpi-mimpi yang meraka dapatkan hak adanya. Sekali lagi, kita tengok para utusan Allah. Mereka bukan ahli bohong, dan mimpi yang didapatkan hak adanya. Namun semakin sering orang berbohong, semakin tidak benar mimpi-mimpinya. Mari kita tengok akan diri kita sendiri.. bagaimana mimpi kita? Seberapa banyak kita berbohong dalam keseharian kita? Oh ya Choco.. tahukah kamu mengapa kita segera lupa akan mimpi kita? Aku juga mendapatkan penjelasan dari pambahasan ust. Abi Makki, sesungguhnya mimpi yang tidak penting akan segera segera di hilangkan dari ingatan kita. Hem.. pantas saja amat sulit meginget-ingat mimpi. Padahal ada kalanya ingin menceritakan tentang mimpi kita kepada orang lain. Yang diingat hanyalah mimpi itu memiliki suatu yang menarik untuk diceritakan. Yang pada akhirnya kita memang benar-benar tak ingat. Tapi aku masih penasaran, apa dasar penjelasan-penjelasan dari Abi makki? Aku hanya akan megambil pelajaran dari kisah para nabi dan Hadist yang dilontarkan saat pembahasan. Sisanya Whallahua’lam...
Choco.. aku ini bukan nabi Yusuf a.s. yang mampu menakwil mimpi, mampu mengartikan mimpi untuk ummatnya.
Berikut ini ada beberapa mimpi yang memiliki andil besar untukku belajar tentang hidup. Tetang mimpi yang merusak rahasia yang tertutupi hingga aku besar. Tentang mimpi yang memberi tahuku perasaan orang lain, hingga orang yang selalu terjaga dalam mimpi.

Mimpi Bertemu Adek
Ada beberapa mimpi yang masih ku ingat dan berbekas sampai sekarang. Choco.. ada mimpi yang membuka suatu kenyataan yang disembunyikan. Aku ini anak kedua dari dua bersaudara. Sedari kecil yang ku tahu aku hanya memiliki satu kakak, dan aku adalah anak bungsu. Tidak ada saudara setelahku. Atau saudara sebelum kakaku. Mimpi ini membantah kanyataan yang selama ini  ku tahu Choco. Pernah aku bermimpi barada di suatu tempat gelap. Disana aku menemukan sumber cahaya. Cahaya tadi datang dari tiga pintu yan terbuka lebar. Ruangan itu sangat lebar sekali. Cahaya yang datang hanya dari tiga pintu tadi. Aku tidak dapat  mengumpamakan ruangan itu seperti tempat-tempat yang pernah ku tahu di dunia. Tiba-tiba da sesosok bayangan putih, mirip boneka hujan yang digantungkan orang-orang jepang. Sosok boneka mungil itu tiba-tiba menyeretku semena-mena. Aku tidak bisa bergerak. Iya.. sosok kecil tersebut menyerektu ke salah satu pintu yang ada. Sambil beteriak kepadaku ia berkata’ “Kenapa harus aku yang mati, kenapa bukan kamu saja!!! Kenapa? Kenapa bukan kamu saja yang mati? Kenapa harus aku?!” aku tidak bisa berkata apapun. Tubuh dan bibirku kaku. Aku terus melawan agar anggota tubuhku bisa bergerak. Hampir mendekati pintu, akhirnya aku terbangun.
Ketika itu aku masih SMP Choco.. tanpa ada maksud apapun, aku tak sengaja menceritakan mimpi itu ke sepupuku. Sepupuku yang lebih tua dariku akhirnya menceritakan suatu kenyataan yang aku belum pernah tau. Karena aku menceritakan mimpi itu Choco.. sepupuku teringat akan hal yang tidak pernah ku  ketahui dan tidak di ketahui pula oleh kakak ku. Sepupuku bercerita bahwasanaya aku memiliki adik. Tapi baru beberapa bulan dalam kandungan, ibuku menggugurkannya...  Bukan main aku tak meyangka. Aku tak percaya terhadap cerita sepupuku. Ku kira dia  hanya sekedar berbohong. Karena yang ku tahu ibuku orang yang baik, mustahil ibu melekukan hal yang keji seperti itu. Tidak terima akan cerita yang diceritakan sepupuku, aku mengadu pada Mbah Putri. Mbah lebih tau tentang ibuku dan keluargaku. Tapi jawaban yang ku mau juga tak keluar dari penuturan Mbah Putri. Benar adanya jika aku seharusnya memiliki adik. Seketika itu aku marah kepada bapak-ibu yang tidak pernah menceritakan hal itu kapadaku. Ibu hanya pasrah menerima rasa jengkelku. Tapi akhirnya bapak menjelaskan kenapa akhirnya ibu harus menggugrkan adiku. Bapak menjelaskan kepadaku palan-palan keadaan ibuku ketika saat itu. Ibu ternyata juga menggugurkan adek tanpa sepengetahuan bapak. Pada intinya bapak hanya memintaku untuk mendoakan adek. Adek minta dikirimi do’a. Choco.. jika ternyata adek benar-benar lahir di dunia, selisih umur kami tidak sampai satu tahun. Mungkin jika kami berlari kesana kemari, kami akan dikira anak kembar. Aku merasa jika adikku ini adalah laki-laki.  Tapi kami punya banyak kesamaan. Jika aku sedang bertangkar dengan kakak ku, adek yang akan membantuku untuk bertengkar lawan kakaku. Hahaha... tapi itu semua hanya apa yang ku  bayangkan. Kenyataannya adekku memang sudah harus kembali.

Tahu Perasaan Orang Lain Dari Mimpi
Entah ini suatu kebetulan atau bukan. Choco.. aku mendapatkan mimpi menyaksikan pernikahan kakak kelasku. Mereka berdua bukan orang asing buatku. Tahukah Choco? mereka adalah ketua Rohis di masa kepengurusanku. Yang satu merupakan Rohisah (amir perempuan) dan yang satunya merupakan RA (amir utama, tapi aku lupa akan kepanjangnnya). Di sauatu tempat yang tidak asing, perpustakaan SD. Mereka mengguanakan pakaian yang serba kalem berwarna krem. Di perpustakaan SD ku, aku menyaksikan mereka hanya berdua. Belum sampai tahap ijab. Tapi masih lamaran, alias pengkitbahan.
Beberapa hari setelah mimpi itu, kami memiliki kesempatan untuk berkumpul. Saat itu kalau tidak salah ada rapat PH. Semua datang, lengkap. Tanpa sengaja aku menceritakan mimpi itu kepada kakak-kakak pengurus Rohis putri. Mereka sontak terkaget-kaget, terlebih sang Roisah yang menjadi objek mimpi. Celakanya pembicaraan kami terdengar oleh sang RA. Sang RA yang agak kegirangan mendengar dirinya ada dalam mimpiku bersikeras bertanya kepadaku, “Asta!! Emang kitbah itu apa?” hanya berusaha segera menghindar dari sang RA.
Semenjak cerita mimpiku tersebar, gelagat kakak kelasku mulai aneh. Sang RA punya pandangan yang tidak biasa setiap bertemu Roisah. Saat aku dan sang Roisah jalan bersama dan tak sengaja bertemu RA di tempat fotocopy depan sekolah, ada bau-bau sinetron. Angin yang berhembus dari timur mengangkat lembaran-lembaran kertas yang dibawa sang RA. Pandangannya langsung tertuju kepada Roisah, dan segera menyapa. Ini kejadian yang tidak biasa... yang biasanya sang RA begitu menjaga, beberapa hari sejak aku bercerita sikapnya makin tampak jika ada apa-apa.
Sempat aku berkumpul dengan kakak-kakak PH Rohis. Seperti biasa, jika segerombolan perempuan sudah berkumpul kami akan saling bercerita. Astaghfirullah.. ampuni dosa kami ya Allah :) saat itu kami memang saling berbagi tentang perasaan yang sedang kami ampu, soal kakak-kakak kami sang Roisah dan RA. Ternyata memang kami merasa bahwa sang RA sudah tidak bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan. Akhirnya kami tahu jika sang RA memang ada rasa terhadap Roisah. Ya Allah.. aku benar-benar tidak menyangka jika akibatnya akan sejauh ini.
Hingga akhirnya kelulusan memisahkan kami para pengurus PH, tidak ada yang tahu mengenai kelanjutan kisah mereka. Yang jelas kami sudah mewanti-wanti kak Roisah agar sikap RA tidak berakibat lebih jauh. Setahun kamudian, aku sempat mampir ke rumah kak Roisah. Kami saling bercerita untuk melepas rasa ingin terus berkumpul. Pada suatu bagian, kak Roisah sempat bercerita mengenai kejadian yang tidak pernah ia ceritakan sebelumnya kepada kami. Jadi  semenjak sikap kak RA yang aneh terendus, kak RA juga semakin tidak bisa menutupi keinginannya untuk terus dekat dengan Roisah. Sebenarnya sebelum sikap RA yang aneh tampak, beliau sudah tau jika RA ada apa-apa dengan dirinya. Tapi baru diketahui temen-temen ketika aku menceritakan mimpi aneh itu, Choco. Kak RA semakin rajin mengirim pesan singkat yang sekiranya tidak perlu. Juga sering sekali menelfon kak Roisah. Panggilan pertama kak Roisah masih mau mengangkat. Pembicaran yang tidak terarah tujuannya. Kak Roisah pun sesegera mungkin mengakhiri panggilan.. Hingga panggilan-panggilan selanjutnya, kak Roisah ketakutan mengangkat. Akibat kejadian ini, silaturahmi meraka agak sedikit rusak.
Aku jadi tahu perasaan orang dari mimpiku. Tapi kejadiannya fatal hingga aku menceritakannya ke orang lain. Semoga ada pelajaran dari ini semua.

Seorang Salih Yang Selalu Terjaga di Dalam Mimpi
“Dalam mimpi pun, engkau tetap menundukan pandangan. Dengan perangaimu yang begitu membuatku malu untuk melihatmu. Akupun segera bersembuyi agar kau tak melihatku. Sungguh terjaganya imanmu meski aku hanya menemuimu di mimpi. Semoga Allah selalu membersamaimu”

Sebuah notes yang segera ku ketik di layar HP ku ketika aku terbangun dari tidur. Teman yang baru ku kenal beberapa bulan terbawa sampai alam bawah sadar.
Choco.. aku hanya sekedar berbincang dengan orang ini di dunia maya. Bertemu langsung pun belum pernah sebelumnya. Kalaupun kami dalam suatu forum yang sama, aku tidak pernah berani memandangi wajahnya. BAHAYA!
Mengenal orang lewat dunia nirkabel akan berbeda saat bertemu langsung. Bermodal foto-foto yang tertampang di akun jejaring sosial, aku jadi tahu orang ini.
Suatu saat aku dan temanku hendak menuju kantin kluster, aku berpapasan dengan orang yang perawakannya seperti ku kenal. Temanku yang satu ini hanya menundukan pandangan sambil memperhatikan langkahnya, ia sendirian. Iya, ternyata dia teman dunia maya, teman satu departemen yang tidak pernah ku temui secara langsung. Aku pun sontak menyapanya, “Hai, (_nama sengaja disamarkan_)!”. Sejanak memandang dari kejauhan, ku kira aku akan salah orang. Teman yang kusapa ini juga membalas sapaanku. “Hei..” jawabnya dan langsung kembali menundukan pandagannya, memperhatikan jalan yang ia tapaki.
Whaw!!! Sholeh sekali temanku ini (dalam hati miris, sikapnya mendekati dingin. Tapi memang begitu seharusnya!) SubhanaAllah... sampai-sampai sikapnya yang begitu menjaga dirinya dalam tidur orang yang memimpikannya secara tak sengaja.

Sebesar itukah pengaruh mimpi yang terceritakan? Yang jelas sangat dilarang jika bertawakal terhadap mimpi-mimpi yang ada. Tapi dibalik semua kejadian akibat mimpi yamg kuceritakan, ada pelajaran yang harus diambil. Jangan pernah menceritakan mengenai mimpimu yang sekiranya akan mempegaruhi orang disekitarmu. Hem.. tapi beberapa mimpi justru kuceritakan di sini. Hehehe, semoga lebih banyak pelajaran yang bisa diambil.


 Sumber gambar: 
http://www.psychologymania.com
http://journey-lovely.blogspot.com
http://faresya-faresya.blogspot.com


                                                                                                                                   




Foto-foto Mas Wahyu (kakaku lho..) pamer jaket angkatan



Hai Choco.. sekittar akhir bulan Juli kemarin jaket angkatan fakultas dibagikan. Penasaran dengan bentuknya, dari designnya si jaket angkatan ini banyak kantonnya. sekitar empat kantong. Untuk ukuran jaket, empat kantong udah berlebihan menururku. Tapi kalau Si jaket dijadikan baju kerja.. yah cocok-cocok sekali, karena memiliki persediaan kantong untuk menyimpan segala kebutuhan. Sesampainya di rumah, jaket angkatan yang ku bawa langsung digunakan oleh kakaku. Yah.. tau lah Cho, kakak ku itu memang narsisnya poool!!! coba lihat foto-fotonya. Kakaku sengaja membawa gunting dan mistar besi untuk memberi tahu bahwa dia sedang praktikum. Praktikum apa? bukan praktiukum di laboratorium Chooco.. tapi praktikum di instalasi teknik!!! tau maksudnya?

Aku dan kakaku dulu brsekolah di almamater yang sama, SMPN 15 Yogyakarta. SMP yang dulunya merupakan bekas sekolah teknik, masih mempertahankan kurukulum khusunya. Kurikulum yang masih di pertahankan hingga angkatan kami antara lain teknik instalasi logam, instalasi bangunan dan instalasi listrik. Hingga kelas 9 SMP kakaku kedapatan teknik instalasi bangunan, sementara aku mendapatkan bagian di instalasi logam hingga kelas 8. Saat kelas 9, kurikulum telah diperbaiki. Shingga saat kelas 9, angkatanku dijejali praktikum instalasi listrik.

Choco.. Jangan bayangkan jika aku da kakak ku akan praktikum di labortorium yang berbetuk seperti pabrik motor.. hehee, tidak Choco. Bangunan di SMP 15 banyak yang merupakan tinggalan bangunan belanda. Hingga akhirnya pada tanggal 18 Februari 2007, bangunan-bangunan tua itu di congkel paksa oleh angin puting beliung. Sekarang bangunan bengkel yang beratap tinggi dan kokoh semakin dipadatkan menjadi satu bangunan saja. Semua peralatan dan perlengkapan praktikum hilang, sebagian alat-alat berat sengaja di tinggalkan begitu saja sebagai tanda bahwa tempat ini pernah mengalami bencana.

Jaket angkatan yang ku dapatkan di bangku kuliah megingatkan ku pada memori SMP. Jadwal praktikum adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Karena praktkum di instalasi lebih menyenangkan dari pada belajar di kelas. Angin yang mengacak-acak sekolahku memaksa kami seluruh siswa dan guru belajar menumpang di SMPN 8 Yogyakarta. Dan hari-hari di sekolah pengungsian adalah hari yang paling suram. Setiap hari kami selalu mendapatkan teror dari siswa setempat. Saat itu aku masih kelas 8, masa dimana remaja pada tingkat kelabilan yang paling kritis. Hehehe.. Alhamdulillah itu tinggal cerita.

Oh ya.. kembali ke jaket angkatan. Choco.. semua tanggapan yang diberikan bapak, ibu dan kakaku sama saja. Intinya mereka  bilang, "Jaketmu kayak wear park!!!" dan spesifiknya sperti ini:

Komentar Ibu: "Wah... jaket angkatanmu kok kantongnya banyak banget, di tetel (jaw: dicabut/ dihilangkan) aja yang atas.. malah kayak wear park SMP mu"

komentar Bapak: "Whahahaha.... tinggal bawa obeng sama baut, cocok kamu kerja di bengkel (bentuknya seperti wear park!)"

komentar kakak: "Wha.. bali ke SMP wae, nih bawa gunting sama mistar. Balik motong-motogin seng!"

komentar ku : "Hyooo ora opo-opo (ga apa-apa, sembari menahan sepet)"


Bangunan di sebelah kiri merupakan bengkel instalasi logam, sekarang bangunan itu sudah tidak ada


Ini juga bengkel Instalasi logam, sekarang sudah rata tanah


Yang ini bengkel instalasi listrik dan instalasi bangunan, bangunannya hanya dipertahankan setengahnya


Saat kakak-kakak SMA membantu membersihkan lingkungan yang terobrak-abrik pascabencana






Oh ya Choco.. pagi ini aku kedapatan Mas Luthfi Hamzah mengisi suatu forum yang aku hadiri. Bawaannya santai, menggunakan jaket putih dengan kaos berwarna biru muda Mas Luthfi datang lebih awal.  Beliau ini merupakan mantan presiden BEM-KM UGM periode 2011. Saat mengisi di forum, beeeh.... logat Betawinya keluar kemana-mana. Wajar kalau aku akhirnya lebih suka menyebut beliau sebagai Engkong. Si Engkong ini biar dikata mantan presiden BEM-KM, perangai beliau ini tidak terwarnai habis dengan dengan lingkungan yang heterogen. Si Engkong ini punya pribadi yang kuat dan khas menunjukan bahwa dirinya adalah seorang muslim yang memang pantas memimpin. Gambaran saja Choco, selama forum ditanyai pertanyaan dari Engkong, kebanyakan dari kami cuma melongo. Banyak bembicaraan beliau yang kami tidak tau. Apa yang dia tau kami tidak paham. Malau rasanya, padahal Engkong pembawaan selama menyampaikan sharing sangat santai. Bisa kubilang juga agak sedikit tengil. Beda dengan pembawaan mas-mas yang berlatar tarbiyah pada umumnya. Aku benar-benar dapat senggolan yang cukup keras untuk mengambil pelajaran dari pertemuan hari ini.
            Ada dua pelajaran besar yang ku ambil dari Engkong. Pertama, seorang muslim itu harus berwawasan luas. Iya.. malu Choco. Ketika ditanya, “Apa saja delapan peradaban besar yang ada?” simpel, tapi kami hanya saling memandang dan terdiam (eh.. kayak lirik lagu?). kami tidak tahu.  Ketika ditanyai mengenai Sirah pasca kepemimpinan nabi Muhammad, kami juga hanya terdiam. Dan Engkong hanya sedikit mengayun badannya sambil menepuk paha dengan tangannya, “Ya Salam!!!... ini anak Biologi kashian amat!”. Engong akhirnya angkat bicara, perihain beliau atas keadaan kami. “Kalian itu jangan mengkotak-kotakan ilmu, kalian tahu bahwa salah satu kepribadian muslim adalah berwawasan luas. Kalau kalian keadaannya seperti ini bagai mana kalian bisa memimpin?”. Yah kami juga prihatin atas diri kami sediri. “Peradaban itu ya kita, manusia. bukan peradaban jangkrik atau cacing. Ente manusia bukan? Biar anak biologi jangan Cuma tau ordony apa, genusnya apa” luar biasa banget si engkong!
            Yang kedua, dalam berinteraksi jangan lah kita sebagai muslim bengeksklusifkan diri. Pemimpin yang baik adalah ketika kamu sebagai seorang muslim mampu memimpin orang-orang yang memiliki perbedaan latar belakang denganmu, dan mereka nyaman ketika kamu pimpin. Engkong menjelaskan, bahwa peradaban yang bermacam-macam diluar sana juga sedang berkonsolidasi. Maka amat bahaya jika seorang muslim hanya bisa berbaur dengan sesamanya saja dengan mengatakan         , “Ah.. saya suda merasa terjaga bila dekat dengan ukhti... atau saya sudah nyaman dengan akhi...”
            Juga ada pernyataan dari Engkong yang mngkin agak menyinggung mbak-mbak yang ada di sebelah dan belakang ku. Engkong bilang seperti ini, “Kalau temen-temen Ikhwan mungkin sudah siap hati menyikapi akhwat. Jika memberikan roti misalnya, pandangannya udah tertunduk dan makannya di lempar (sambil memeragakan), coba kalau itu orang yang ga paham. Ini bro!!! (sambil memeragakan pelemparan roti via lantai), mungkin aja ada orang yang siap hati. Apalagi akhwat-akhwat itu jilbabnyaya setaplak (sambil memeragakan, menunjukan batas jilbab di tangnnya), udah itu brosnya di sana, di sisni. Penitinya di sana, di sini (sambil memeragakan) udah itu jilbabnya di selampirin lagi (diperagakan lagi). Pake rok lebar, pake baju lebar habis itu masih pake jaket.....” wah! Heboh kami dalam forum. Yang mas-mas cengar-cengir sembari tertawa keras. Sementara mbak-mbak di sampingku hanya tersenyum kecut menahan amarah.
            Hingga pada akhir sesi, dibuka sesi diskusi oleh moderator. Moderator memberikan kesempatan untuk para paserta, mas-mas dan mbak-mbak. Saat putra telah selesai bertanya, giliran yang putri. Moderator telah mempersilakan, namum teman-teman putri hanya saling tertunduk. Engkong ambil suara lagi, “Yaellah.. susah bener ya kalau internal (anak-anak SKI), emang kulturnya gini  ya? Kalian itu sebagai akhwat harus kritis. Tuh liat aja Irshad Manji, Lady Gaga tuh pada berani. Masa kalian cuma pada nunduk buat cari aman?”
            Lugas memang si Engkong. Banyak pelajaran yang bisa diambil hari ini. Akhirnya Engkong pamit pergi, mau ada perlu ‘nyanmor’ bareng temen-temen. Semua dapat salam dari engkong, tak terkecuali menyalami shaf purti (salam berupa Wassalamu’alaikum lho..).
            Pesan dari Engkong, “Ali-Imron 110, kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Jadi kalian itu hidup bukan hanya sekedar bernyawa, tapi dapat membawa manfaat bagi yang lainnya. Bukan hannya terbatas untuk muslim lainnya, tapi buatlah perubahan untuk Indonesia”. Nah yang terakhir itu omongannya anak BEM banget!

NB: semua kalimat langsung tulisan ini adalah penyesuaian berdasarkan ingatan penulis, Choco...

sumber ganbar:
http://ugeem.com

Taukah Choco? Bila hingga saat ini aku masih belum terbiasa dengan berbagai kultur yang ada di kalangan aktifis dakwah kampus. Bahwasanya aku masih sangat lugu mengenai istilah-istilah yang beredar di lingkungan mereka. Ikhwan, akhwat, tabayun, munashoroh dan mengganti kata sapaan ‘Mas’ dengan ‘Pak’. Untuk istilah yang terakhir aku benar-benar geli. Merasa aneh jika terbiasa memanggil ‘Mas’ harus diubah ‘Pak’. Karena ada suatu kesan tersendiri yang menurutku begitu eksklusif. Apkah para teman-teman juga akan melakukan hal yang sama di lingkungan yang berbeda? Aku mendapat penjelasan dari kakak senior, bahwasanya memanggil menggunakan sapaan ‘Mas’ terkesan ‘Mesra’. Oh ya?! Astaghfirullah!  Betapa menjaganya mereka akan hal-hal yang kecil sperti itu. Yah.. pada akhirnya aku tetap saja enggan memanggil degan sapaan ‘Pak’ tapi aku jadi terbiasa mengganti dengan sapaan ‘Pakdhe’. Hehehe...
            Choco.. aku punya pengalaman jelek perkara masalah sapa-menyapa antar lawan jenis. Ini terjadi saat aku masih SMP, masih inocent, ingusan, pendek sekaruannya.  Aku dan teman-teman kampung ikut Dauroh Jasadiya khusus putri dari FSRMY. Mungkin sekitar tahun 2006. Acara ini menemukanku kepada orang-orang yang luar biasa. Meraka yang kutemukan rata-rata telah duduk di bangku SMA sampai kuliah. Hahaha.. tengil sekali aku mengingat masa itu. Dengan celana training dan jilbab ala kadarnya aku dipertemuakan dengan mereka, para muslimah lemah lembut dan perkasa. Jilbab mereka lebar, sesuai syariat. Rata-rata telah konsisten menggunakan rok, deker, kaus kaki dan baju yang lebar. Nah.. permasalahanku mulai dari sini...
            Saat ditempat Dauroh, bukan sekedar teman-teman putri saja yang datang. Teman-teman putra juga datang untuk mengwasi jalnnya acara berlangsung. Meskipun acara ini khusus akhwat, mas-mas ikhwan juga datang dan berkeliaran di lingungan kami Dauroh. Diantara teman-teman putri, meraka saliang menyapa menggunakan awalan ‘sahabat’. Aku jadi berasa sedang ada di suatu radio apaaaaaaaaa itu. Selain itu, para muslimah, kawan se-dauroh jika menyebutan kata ‘laki-laki’ diganti dengan ‘ikhwan’. Sehingga aku sering mendengar , “Eh.. yang ikhwan udah dapat jatah makan belum?” atau kalau di tempat wudlu sering terdengar seperti ini jika ada mas-mas lewat, “Awas!! Ada ikhwan”. Sehingga saat itu juga, aku menafsirkan bahwasanaya preposisi ikhwan itu merupakan generalisasi untuk mengganti kata laki-laki.
            Oke.. saat itu saya mendapatkan kosakata baru, ikhwan dan akhwat. Ukhti dan akhi.  Pada saaat di lokasi outbond di Kali Kuning seingatku, ada segerombolan ikhwan  turun dari atas lembah menuju hilir. Padahal aku dan teman-teman saat itu sedang berbaju basah kuyup dan belepotan tanah sekujur tubuh. Gerombolan itu datang dari arah berlawanan rombongan kami. Setahuku saat itu, para teman-teman muslimah sangat menjaga sekali. Spontan aku memberi peringatan ke taman-teman, “Mbak! Ada ikhwan....!” tapi peringatanku dibalas dengan mimik heran. Teman-teman dan mbak-mbak akhwat saling memandang. Mereka terdiam.... akhirnya salah satu dari mereka berkata, “Oh.. cowok..” Hah?! Apa ada yang salah dengan perkataan saya?
            Yah.. akhirnya para gerombolan ikhwan  tadi lewat. Kami saling berhimpitan dan dan menyingkir ke tembok jurang. Taukah Choco? Ikhwan yang ku maksud adalah mereka para anak laki-laki berkaos hitam dan berkemeja. Mereka menggunakan celana jeans yang dikenakan di bawah pinggul. Celana mereka diikat dengan ikat pinggang ekstra lebar. Rata-rata sepatu yang mereka gunakan adalah sepatu cat ala anak-anak sakater. Saat itu gaya rambut yang paling terkini adalah model polem (poni lempar). Dan mereka juga rata-rata seperti itu.  Mereka yang ku maksud ikhwan bukanlah ikhwan dimata teman-temanku yang lain! Ya Allah.. ternyata aku salah tafsir Choco..
            Semenjak itu, kosakata yang baru ku kenal spontan hilang dari kolom kamus bahasa harianku. Meski aku saat SMA berkecimpung di perhelatan kerohisan aku jarang, atau sama sekali tidak pernah menggunakan kata-kata itu. Hingga saat ini pun aku tidak pernah menampakan perkataan itu. 

sumber gambar:
http://www.stitchedupderbystickers.com

Hai choco.. aku ini belum bisa masuk kategori anak alim. Yang selalu menundukan pandangan dan melirihkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis. Tapi aku choco, aku percaya kalau jiwa dalam raga pas-pasan ini punya potenisi jadi anak baik. Choco, ada yang aneh dan menganjal dalam fikiranku. bisa diistilahkakan seperti pertegkaran fikiran dalam otak besar. Ketika orang lugu sepertiku yang baru memahami suatu hal baru, jusrtu hal itu berkebalikan dari apa yang ku pahami sebagai sebuah 'kebaikan'. Bisa di bilang, kontradiktif.
                                                                 

sejak jadi aktifis di kerhanian di SMA, yang saya kira semua orang yang ikut di dalamnya adalah orang 'baik'. Yah... mungkin terburu-buru juga aku menyatakan hal yang lugu seperti itu. sejak masuk organisasian di SMA pasti selalu di tekankan, "Rohis itu bukan sekedar berisi orang-orang baik", dan iya hukum itu berlaku di semua penjuru perhelatan dunia ikhwah. dan tidak adil ternyata saya berfikiran bahwa semua orang di dalammya adalah orang-orang baik [baca: alim]. Karna ga ada satu pun manusia yang sempurna di dunia.

Choco.. mungkin ini sebuah gambaran kekecewaanku terhadap sebuah pemahaman yang salah. Ku kira laki-laki yang bacaan qur'annya begitu bagus, selalu terjaga dari penjagaannya terhadap seorang perempuan yang bukan hak nya. Baju koko yang sering mereka gunakan tak selamanya menggambarkan kepribadian mereka sebagai seorang muslim. Sekali lagi, tidak ada manusia yang sempurna. Aku benar-benar sangat tidak adil menilai mereka seperti itu. Tapi fikiranku terlalu percaya bahwasanya mereka adalah laki-lak yang baik-baik saja.


Mungkin ada beberapa kisah yan ingin ku ceritakn padamu, Choco...
Sebut saja kakak kelasku di SMA. Beliau adalah seorang ketua rohis, yang mengetuaiku dan teman-temanlainya di dalam satu kepengurusan harian. Dahulu kami, antar PH saling bergurau menyebutnya dengan 'Abi' dan menyebut Roisah (Amir perempuan dalam kepengurusan rohis) sebagai Ummi. Tak dinyana ternyata hal yang sekedar bergurau itu mengantarkan sang pak ketua Rohis memiliki perasaan terhadap Roisah. Pak ketua rohis ini sering memasang status Facebook yang gambarannya sedang berbunga-bunga.
...Uhibukillah ya Uhti...
dan kakak kelasku, sang roisah melalui ceritanya, ia sering di SMS bahkan di telfon berkali-kali. Tapi, sang roisah ini benar-benar menjaga. Dia kurangi balasan SMS yang tak perlu, dia juga ketakutan jika ada telfon yang berdering. Dan kejadian ini teus berlanjut hingga akhirmya mereka lulus.
Pada lain kesempatan, setelah mereka di terima di pergiruan tinggi, si ketua rohis gundah (karna jaman segitu galau belum ngetrend) dan menunggah status di akun facebooknya
...waktu satu tahun itu sangat berarti....
sang ketua rohis mulai mencoba melupakan kakak kelasku.
Dan memang benar adanya. Setelah menganal perguruan tinggi, kini si ketua rohis memiliki tambatan yang baru. Tanpa hiijab, tanpa malu-malu,sang 'Abi' mengunggah foto-fotonya bersama tambatan barunya di Universitas. Hubungan mereka sepertinya tak main-main, bahkan 'Abi' telah bersua dengan orang tua tambatannya tersebut. Choco.. ini sesuatu yang mengejutkan buatku. Dulu, kami selalu terhijab ketika kami rapat dalam ruangan kesekretariatan. Itu sudah tak berlaku lagi sekarang...
yang lebih mengejutkan lagi, ternyata perempuan yang menjadi tambatan 'Abi' adalah tetangga dekat dari kakak kelasku, sang 'Ummi'. ha? kontradiktif.
                                  
Ada kisah lagi, ini cerita dari dua penjaga masjid di rumahu. Mereka masih muda. Mereka memang rupawan. Bacaan Al-Qur'an mereka sangat apiik. Dan mereka tampak begtu alim. Tak kusangka isi stasus Facebook mereka adalah postingan anak muda galau masa kini. Yang pertama, sebut saja namanya Anggur. Mas Anggur ini memang baik perangainya. sopan pakaiannya jika aku bertemu beliau di Masjid. Kalau dengar bacaan Qur'annya... Behh, di jamin kamu bakal meleleh Choco..
Mas Anggur ini idola para anak TPA masjid. Pernah suatu hari saat menemani anak-anak mengaji di bulam Ramadhan, mereka bergerombolan menghampiriku, dengan sedikit malu-malu mereka menanyakan sesuatu
"Mbak, Mas Anggur itu uda punya pacar ya?"
"Hayo.. kok pada tanya kayak gituan?"
"Iya, katanya Mas Anggur putus sama pacarnya" MasyaAllah... aku cuma cekikikan menghadapi mereka.
dan iya.. itu memang kenyataannya. Adek sepupu saya paling up-date tentang keadaan si Mas Anggur di akun jejaring sosial itu. Soal foto-foto pacarnya, soal status galaunya yang telat nembak cewek. Pasti adek sepupu ku ini laporan padaku.

ohh ya.. Penjaga Masjid yang satu lagi. Sebut saja namanya Mas Garpu. Sama halnya dengan Mas Anggur. Beliau ini bagus sekali bacaan Qur'annya. Dia selalu jadi vokalis utama dalam hadroh yang disiarkan langsung dari TOA masjid. Bahasa Arabnya luar biasa jago. Pada bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan yang paling berkah teruntuk belliau.  Mas Garpu menemukan tambatan hatinya. Yakni seorang perempuan yang sering jadi bahan pembicaraan di masjid karena luar bisa cantiknya. Dalam kesehariannya sang cewek memang belum berjilbab. Dia jadi bahan pembicaraan karena orang-orang yang tidak terbiasa. tidak terbiasa melihat perempuan yang begitu pandainya bersolek ketika datang ke masjid. Wajar, dari mulai anak-anak, remaja sampai ibu-ibu pasti tumpah ruah di masjid ketika bulan Ramadhan. Iya, temanku yang satu itu, cantik sekali setiap dia hadir di masjid. Maklum, beliau ini memang pendidikannya sekolah kecantikan di salah satu SMK. Choco.. aku saja yang seorang perempuan tertegun melihat paras yang seperti itu, apa lagi laki-laki?.
Selepas ramadhan ada desas-desus jika mereka resmi jadian. Awalnya aku tak percaya, karena yang ku yakini Mas garpu ini baik orangnnya. Semua gosip yang beredar aku haya enyahkan. Khusnudzon...
Dan setelah tak sengaja lihat foto profilnya.. yahh!!! ternyata salah angapan saya. Benar adanya mereka telah jadian. Jelas sekali foto mereka. Mas Garpu bersimpuh di hadapan temanku sambil membawakan bunga, di pinggir pagar.... pagar mana ga tau, whaw' luar biasa. sekarang ini belaiu sudah tidak di masjid kampungku lagi. Berdasarkan keputusannya sendiri, dia pindah ke daerah lain.

Choco... sebenarnya masih banyak kisah-kisah yang ku temui di kesseharianku. Sesuatu yang kontradiktif. Bahkan, kakak-kakak angkatan yang sekarang kukenal di SKI Kampus, tak lepas dari hubugan tangkap menangkap cinta antar beda lawan jenis. Aku ga bisa men-judge aktifitas tersebut sebagai sesuatu yang halal ataupun haram. Aku ini bukan Ulama, hanya anak lugu yang baru belajar tetang kehidupan. Hal-hal seperti itu merupakan kewenangan mereka dalam menalani hidup mereka. Karena aku percaya bahwasanya mereka mengerti akan konsekwensi yang mereka lakukan. Jangan pernah sekali-kali menilai orang dari baju yang mereka kenakan, karena pakaian bisa di lepas kapanpun dan diganti dengan pakaian yang bisa mengelabuhi kita. Lihat hatinya. Karena pada fitrahnya, hati manusia itu tidak bisa berbohong, kecuali rasio mereka yang membolak-balikan kebenaran.


sumber gambar:
http://herizalalwi.blogspot.com/2011/11/pilar-kelima-islam-dan-salah-satu.html