Dahlan Iskan, Telat Hadiri Kuliah Umum untuk Rapat Realisasi Produk Penelitian Bersama Dosen Ahli di UGM

by 06.58 0 komentar


UGM, Yogyakarta-UGM kembali menghadirkan mentri BUMN, Dahlan Iskan pada tanggal 28 Desember 2012 kemarin. Kali ini, Direktorat Kemahasisawaan UGM mengundang mentri Badan Usaha Milik Negara tersebut untuk mengisi kuliah umum.

Bertempat di ruang senat dua rektorat, Dahlan Iskan hadir bersama Rektor UGM hampir dua jam lewat dari waktu yang dijadwalkan. Acara yang sempat mundur, diisi materi pengembngan diri oleh pak Senawi.
Saat Dahlan Iskan datang, tanpa sempat duduk di kursi yang disediakan beliau langsung bercerita mengenai keterlambatannya. Kuliah umum yang molor dikarenakan rapat yang harus dijalani bersama jajaran dosen ahli di UGM.

Rapat yang dilaksanakan sebelum kuliah tersebut membahas mengenai penelitian-penelitian yang akan direalisasikan oleh BUMN menjadi sebuah produk. Dahlan Iskan mengungkapkan, setidaknya terdapat sembilan penelitian dosen ahli yang akan direalisasikan menjadi produk nasional. BUMN akan mengusahakan untuk memproduksi, memasarkan dan memasyarakatkan produk penelitian tersebut pada bulan juli 2013.

Beliau mengungkapkan bahwa birokrasi yang lambat dapat mengakibatkan waktu pelaksanaan realisasi produk terhambat. Sehingga beliau mengungkapkan, bahwasanya bila penggunaan APBN yang prosesnya lama dapat dibantu oleh BUMN. BUMN memiliki kemampuan seperti APBN, bila APBN tidak mampu dalam artian memiliki proses yang lama, fungsi APBN dapat diatasi oleh BUMN.

Dalam kuliahnya pak Dahlan Iskan juga sedikit menyinggung kejelekan-kejelekan orang yang berpenghasilan menengah atas (beliau menyebutnya dengan orang yang sudah tidak memikirkan besok pagi makan atau tidak). Bahawasanya orang-orang tersebut memiliki kejelekan diantaranya sudah tidak mau lagi diajak menderita, kemudian bila bicara keras entah pendapatnya benar atau salah dan terakhir memiliki keinginan yang serba cepat yang inginnya menyelesaikan sesuatu serba cepat. Kemunkinan, pernyataan terakhir mengenai kelemhan-kelemahan tersebut pak Dahlan sedikit menyinggung orang-orang yang menginginkan proses yang cepat di instansi tertentu.

Pada akhir pembahasannya pak Dahlan hanya memberikan dua solusi. Bila menginginkan penyelesaian yang cepat maka harus ada yang diubah. Merubah birokrasi atau masyarakatnya yang juga harus ikut-ikutan lamban, ujarnya.[AI]

gudang kata choco renji

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar