Es Krim Strawberry Pak Ateng

by 04.04 0 komentar
           
Alhamdulillah.. Akhirnya bisa kumpul bareng juga. Dewi?


Horeeee! Setelah hampir 6 bulan terkukung dikampus akhirnya bisa bertebaran di muka bumi! Oke, hitung-hitung dari kampus Fakultas Biologi ke gedung Rektorat merupakan jarak terjauh yang pernah ditempuh teman-teman PH (pengurus harian) untuk bisa berkumpul dan jalan bersama. Jarang-jarang kami bisa merasakan mendung di luar langit kampus yang penuh dengan jadwal kesibukan yang kami buat sendiri. Ya, hari itu tanggal 22 Juni 2013, jadi hari pertama kami akhirnya rapat diluar kampus! Biasanya kami mencuri-curi waktu ditengah kesibukan kami untuk sekedar rapat membicarakan hal-hal yang sangat mendesak. Dan untuk hari itu, kami dipertemukan dalam keadaan yang lapang dengan limpahan rizki yang berlipat ganda karena bapak Mas’ul kami, Cahyo Adi Wibowo dengan senang hati membelikan anak-anaknya bakso.. Alhamdulillah

Cho.. ini untuk pertama kalinya akhirnya kami dipertemukan dalam keadaan lengkap (hueeew....). Bisanya ada ketimpangan disana-sini yang tidak bisa tertambal tanpa kehadiran teman-teman PH. Yah, saya nyatakan bahwa rayuan gembel semangkuk bakso Pak Ateng ala Cahyo mampu mengumpulkan kami dalam waktu yang sama, untuk  lagi-lagi Syuro’

 Hari itu semuaya hadir, kecuali Dewi tidak ada saat kami semuanya menikmati kuah panas kuliner Pak Ateng. Meika, Annis, Lutfi Dewi, Muslih, Ibnu, Cahyo, Ali, Fajar, Mbak Umi dan Irma (aku juga ada lho!) duduk dikursinya masing-masing untuk menghabiskan makanan yang ada didepan kami. Taukah Choco, hari itu aku hanya pesan mie ayam pangsit dan air putih untuk ngirit kantong. Awalnya aku benar-benar tidak tahu kalau ternyata ada yang berbaik hati menraktir anak sebanyak ini. Tapi ada yang memilih untuk tidak makan dan juga ada yang tambah setengah porsi (apakah juga dibayar setengah?)
           
Setelah dirasa kenyang, kami pindah menuju tempat untuk rapat. Sholat berjama’ah di rektorat dan dengan lancangnya kami numpang rapat di lantai dua rektorat depan ruang sidang utama*. Dengan polosnya kami duduk rapi dan ketika itu pula ada oknum SKKK yang polos datang dan bertanya, “Ini ada acara apa mas?” dengan polos juga akhirnya Cahyo menjawab “Rapat Pak..”dan akhirnya si bapak SKKK melanjutkan kepiawaiannya “Pindah di bawah aja....” OKE! Sepolos-polosnya kami akhirnya kami pindah juga Cho.. Oh iya, saat kami rapat, Dewi Rakhmawati temanku ini datang Choco. Dia datang menaiki tangga dengan suara hentakan kaki yang luar biasa hingga semua perhatian kami tercuri memperhatikan ke tangga, siapakah gerangan? Oh ternyata Dewi Rakhmawati. Sayang baru sebentar menikmati kebersamaan kami yang mutlak lengkap harus segera diakhiri sementara untuk pindah tempat.

Choco, akhirnya kami pindah tempat di bawah pilar-pilar rektorat sebelah barat, tepatnya di parkiran mobil para pejabat kampus kami melanjutkan rapat. Adaaaaa saja kejadian yang terjadi. Kali ini Muslih kelupaan, es krim susu strawbery yang ia simpan di dalam tas mencair.. dan melumuri semua bagian dalam tasnya menjadi warna ‘PINK!’ Tapi semua teratasi Cho.. Ibnu mampu menghabiskan es ukuran cup jumbo dengan beberapa kali teguk. Untungnya pula, ada kepala Bidang Kemuslimahan yang sangat muslimah sekali menyumbangkan semua tisue untuk membersihkan lumuran es krim, terimaksih Lutfi Dewi..

Kali ini ada pesonil MS yang hadir, beliau (pinjem istilahnya Dewi ah.. pake ‘beliau’) merupakan MS yang paling rajin hadir mendampingi kami saat rapat, mas Ihlas. Datangnya beliau menjadi kelengkapan yang lebih untuk kami. Karena adanya mas Ihlas memberikan kami kesampatan untuk bisa foto keroyokan. Choco, foto-foto kami (pengurus harian di rektorat) sebagian besar adalah hasil jepretan mas Ihlas Choco, syukron...

Choco, maaf foto-foto kami ini sebagian banyak yang alay, InsyaAllah untuk teman-teman yang akhwat (perempuan) masih terjaga kok, enggak macem-macem. Lihat saja gaya duo maut Ibnu-Ali, mantap sekali fotonya. Berbeda dengan Fajar yang sangat berwibawa seperti mentri kabinet yang mau diambil fotonya. Ini cukup untuk kalangan sendiri saja, anak-anak PH. Foto-foto ini cukup menjatuhkan image (Astaghfirullah...) ya tapi itulah kami, cukup untuk kalangan sendiri. Selamat bermemoar teman-teman,” jika tua nanti kita kan hidup masing-masing.. ingatlah hari ini”. Hanya Allah yang bisa memisahkan (kita? hehehe)
                          
                  


 Fotografer handal hari itu, mas Ihlas


" Ada yang mau pesen bakso lagi?"


Obsesi Rektor-Ibnu Sina

foto lengkapnya silakan klik di sini






gudang kata choco renji

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar