| Alhamdulillah.. Akhirnya bisa kumpul bareng juga. Dewi?
Horeeee! Setelah hampir 6 bulan
terkukung dikampus akhirnya bisa bertebaran di muka bumi! Oke, hitung-hitung dari
kampus Fakultas Biologi ke gedung Rektorat merupakan jarak terjauh yang pernah
ditempuh teman-teman PH (pengurus harian) untuk bisa berkumpul dan jalan
bersama. Jarang-jarang kami bisa merasakan mendung di luar langit kampus yang
penuh dengan jadwal kesibukan yang kami buat sendiri. Ya, hari itu tanggal 22
Juni 2013, jadi hari pertama kami akhirnya rapat diluar kampus! Biasanya kami
mencuri-curi waktu ditengah kesibukan kami untuk sekedar rapat membicarakan
hal-hal yang sangat mendesak. Dan untuk hari itu, kami dipertemukan dalam
keadaan yang lapang dengan limpahan rizki yang berlipat ganda karena bapak Mas’ul
kami, Cahyo Adi Wibowo dengan senang hati membelikan anak-anaknya bakso..
Alhamdulillah
Cho.. ini untuk pertama kalinya
akhirnya kami dipertemukan dalam keadaan lengkap (hueeew....). Bisanya ada
ketimpangan disana-sini yang tidak bisa tertambal tanpa kehadiran teman-teman
PH. Yah, saya nyatakan bahwa rayuan gembel semangkuk bakso Pak Ateng ala Cahyo
mampu mengumpulkan kami dalam waktu yang sama, untuk lagi-lagi Syuro’
Hari itu semuaya hadir, kecuali Dewi tidak ada
saat kami semuanya menikmati kuah panas kuliner Pak Ateng. Meika, Annis, Lutfi
Dewi, Muslih, Ibnu, Cahyo, Ali, Fajar, Mbak Umi dan Irma (aku juga ada lho!) duduk
dikursinya masing-masing untuk menghabiskan makanan yang ada didepan kami.
Taukah Choco, hari itu aku hanya pesan mie ayam pangsit dan air putih untuk
ngirit kantong. Awalnya aku benar-benar tidak tahu kalau ternyata ada yang
berbaik hati menraktir anak sebanyak ini. Tapi ada yang memilih untuk tidak
makan dan juga ada yang tambah setengah porsi (apakah juga dibayar setengah?)
Setelah dirasa kenyang, kami pindah
menuju tempat untuk rapat. Sholat berjama’ah di rektorat dan dengan lancangnya
kami numpang rapat di lantai dua rektorat depan ruang sidang utama*. Dengan
polosnya kami duduk rapi dan ketika itu pula ada oknum SKKK yang polos datang
dan bertanya, “Ini ada acara apa mas?” dengan polos juga akhirnya Cahyo
menjawab “Rapat Pak..”dan akhirnya si bapak SKKK melanjutkan kepiawaiannya “Pindah
di bawah aja....” OKE! Sepolos-polosnya kami akhirnya kami pindah juga Cho.. Oh
iya, saat kami rapat, Dewi Rakhmawati temanku ini datang Choco. Dia datang
menaiki tangga dengan suara hentakan kaki yang luar biasa hingga semua
perhatian kami tercuri memperhatikan ke tangga, siapakah gerangan? Oh ternyata
Dewi Rakhmawati. Sayang baru sebentar menikmati kebersamaan kami yang mutlak lengkap
harus segera diakhiri sementara untuk pindah tempat.
Choco, akhirnya kami pindah
tempat di bawah pilar-pilar rektorat sebelah barat, tepatnya di parkiran mobil
para pejabat kampus kami melanjutkan rapat. Adaaaaa saja kejadian yang terjadi.
Kali ini Muslih kelupaan, es krim susu strawbery yang ia simpan di dalam tas
mencair.. dan melumuri semua bagian dalam tasnya menjadi warna ‘PINK!’ Tapi
semua teratasi Cho.. Ibnu mampu menghabiskan es ukuran cup jumbo dengan
beberapa kali teguk. Untungnya pula, ada kepala Bidang Kemuslimahan yang sangat
muslimah sekali menyumbangkan semua tisue untuk membersihkan lumuran es krim,
terimaksih Lutfi Dewi..
Kali ini ada pesonil MS yang
hadir, beliau (pinjem istilahnya Dewi ah.. pake ‘beliau’) merupakan MS yang paling
rajin hadir mendampingi kami saat rapat, mas Ihlas. Datangnya beliau menjadi
kelengkapan yang lebih untuk kami. Karena adanya mas Ihlas memberikan kami
kesampatan untuk bisa foto keroyokan. Choco, foto-foto kami (pengurus harian di
rektorat) sebagian besar adalah hasil jepretan mas Ihlas Choco, syukron...
Choco, maaf foto-foto kami ini
sebagian banyak yang alay, InsyaAllah untuk teman-teman yang akhwat (perempuan)
masih terjaga kok, enggak macem-macem. Lihat saja gaya duo maut Ibnu-Ali,
mantap sekali fotonya. Berbeda dengan Fajar yang sangat berwibawa seperti
mentri kabinet yang mau diambil fotonya. Ini cukup untuk kalangan sendiri saja,
anak-anak PH. Foto-foto ini cukup menjatuhkan image (Astaghfirullah...) ya tapi
itulah kami, cukup untuk kalangan sendiri. Selamat bermemoar teman-teman,” jika tua nanti kita kan hidup masing-masing..
ingatlah hari ini”. Hanya Allah yang
bisa memisahkan (kita? hehehe)
|
Fotografer handal hari itu, mas Ihlas
" Ada yang mau pesen bakso lagi?"

0 komentar:
Posting Komentar